Pages

Thursday, May 30, 2019

Hampir Jadi Dokter, Jurgen Klopp Kini Menjadi Manajer Liverpool

Liputan6.com, Liverpool - Manajer Liverpool Jurgen Klopp menyimpan kisah unik dalam kariernya di dunia sepak bola. Juru taktik asal Jerman itu pernah menempuh studi kedokteran, tetapi pada salah satu persimpangan hidupnya, dia memilih jadi pelatih.

Nama Jurgen Klopp mulai dikenal ketika menangani Borussia Dortmund. Saat itu, Klopp pernah membimbing Dortmund meraih beberapa trofi, juga mencapai final Liga Champions. Namanya kemudian dikenal sebagai salah satu pelatih top.

Namun, jauh sebelum itu, Klopp memulai kariernya dengan menangani Mainz pada 2001 lalu. Dia menghabiskan tujuh tahun di sana sebelum hengkang ke Dortmund. Setelah tujuh tahun berikutnya, Klopp meninggalkan Dortmund untuk Liverpool.

Kini, dia dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik yang pernah menangani Liverpool. Dia membentuk tim yang kuat di setiap lini. Pertahanan Liverpool termasuk yang terbaik di Liga Inggris musim ini, juga lini serang mereka.

Sayangnya, trofi itu tidak kunjung tiba. Klopp nyaris meraihnya musim ini, dengan 97 poin dari 38 laga di Liga Inggris. Jumlah poin tersebut seharusnya sudah cukup, tetapi tidak ketika Manchester City masih terlalu tangguh dengan 98 poinnya.

Kini, beberapa hari ke depan, tepatnya Minggu (2/6/2019) dini hari WIB, Klopp punya kesempatan lain untuk memberikan trofi. Liverpool bakal melawan Tottenham Hotspur di final Liga Champions dalam dua musim beruntun.

Musim lalu, mereka gagal di hadapan Real Madrid. Sekarang, Liverpool punya kesempatan kedua. Dan pada kesempatan inilah Jurgen Klopp mengenang kembali perjalanannya sebagai pelatih.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Xhi8I7
May 30, 2019 at 08:10PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2Xhi8I7
via IFTTT

Mengintip Teknologi Mobil Masa Depan yang Disiapkan General Motors

Liputan6.com, Jakarta - Mark Reuss, President of General Motors (GM) resmi menampilkan platform elektronik terbaru untuk kendaraan listrik, active safety, fitur-fitur infotainment dan konektivitas, serta fitur pendukung saat mengemudi. Hal ini sejalan dengan fokus visi GM untuk dunia tanpa kecelakaan (zero crashes), bebas emisi(zero emission) dan bebas kemacetan (zero congestion).

Seiring dengan berkembangnya industri otomotif dan kendaraan dalam lima hingga sepuluh tahun kedepan, kapasitas maksimum (bandwidth) dan konektivitas terkait kelistrikan  akan semakin dibutuhkan untuk memastikan semua fitur-fitur seperti sistem propulsi (penggerak) elektris, fitur pendukung pengemudi Super Cruise dan sistem keselamatan terkini dapat  berfungsi secara terintegrasi.

Menyusul debut sedan Cadillac CT5 2020 yang baru-baru ini diluncurkan, platform elektronik selanjutnya akan diproduksi pada akhir tahun ini dan akan diimplementasikan pada sebagian besar produk General Motors pada tahun 2023.

Teknologi ini dapat menggerakan sistem elektronik dengan kemampuan mengelola pemrosesan data hingga 4,5 terabyte per jam, atau meningkat lima kali lipat dibandingkan dengan sistem elektris yang dimiliki GM saat ini.

Dengan kapasitas yang dapat diperluas untuk memperbarui perangkat lunak secara over-the-air layaknya pada sebuah smartphone, sistem ini memiliki kemampuan untuk  mengadopsi  peningkatan fungsionalitas sepanjang usia kendaraan.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2WfhmPt
May 30, 2019 at 08:02PM from Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com http://bit.ly/2WfhmPt
via IFTTT