Pages

Monday, December 31, 2018

9 Stadion Ini Pakai Nama Pahlawan Nasional

7. Stadion Abdurrahman Saleh

Abdurrahman Saleh merupakan pahlawan nasional yang aktif di bidang kedokteran dan militer. Selain itu Abdurrahman Saleh juga punya peran dalam pendirian Radio Republik Indonesia (RRI).

Abdurrahman Saleh gugur saat pesawat yang dikemudikannya dengan muatan obat-obatan ditembak jatuh pasukan Belanda pada 29 Juli 1947 di daerah Maguwo, Yogyakarta.

Selain diabadikan menjadi nama bandar udara di Malang, Jatim, Abdurrahman Saleh juga menjadi nama stadion markas PSSS Situbondo di Situbondo, Jatim.

Abdurrahman Saleh ditetapkan sebagai pahlawan nasional dengan SK Presiden No. 071/TK/1974 pada 9 November 1974.

8. Stadion Diponegoro

Stadion yang terletak di ujung barat Pulau Jawa ini, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi, merupakan markas Persewangi Banyuwangi. Stadion Diponegoro, yang punya nama lain Stadion Jogopati, mengambil nama dari pahlawan nasional Pangeran Diponegoro.

Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa pada 1825-1830 melawan kolonial Belanda. Atas jasanya pemerintah RI melalui SK Presiden No. 087/TK1973 pada 6 November 1973 menetapkan Pangeran Diponegoro sebagai pahlawan nasional.

Stadion Diponegoro termasuk salah satu stadion modern di Jatim setelah mengalami renovasi besar seiring keberadaan Banyuwangi sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2015.

Di Kota Semarang juga ada Stadion Diponegoro. Stadion yang menjadi markas PSIS Semarang tahun 1940-1970-an itu dikelola Kodam IV Diponegoro.

Stadion Diponegoro di Banyuwangi (banyuwangidiscovery)

9. Stadion Ahmad Yani

Setidaknya ada tiga stadion di Tanah Air yang menggunakan Ahmad Yani sebagai nama, yakni di Sumenep, Mojokerto, dan Sumedang. Nama stadion itu mengacu pada nama pahlawan revolusi sekaligus pahlawan nasional, Achmad Yani.

Achmad Yani merupakan Komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat saat terjadi pemberontakan Gerakan 30 September. Achmad Yani gugur kala hendak diculik dari kediaman dinasnya di Jakarta.

Atas jasanya, Achmad Yani mendapat gelar pahlawan nasional pada 5 Oktober 1965 dengan SK Presiden No. 111/KOTI/1965.

Stadion Ahmad Yani di Sumenep, Madura. (korankabar)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2GMY3pf
December 31, 2018 at 06:50PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2GMY3pf
via IFTTT

Cerita Prabowo Buru Panglima GAM Muzakir Manaf Hoax? Ini Kata Eks Kombatan

Liputan6.com, Banda Aceh - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dituding memutarbalikkan sejarah. Tudingan tersebut berkaitan dengan pernyataannya saat mengunjungi Aceh pada peringatan gempa dan tsunami, Rabu, 26 Desember lalu.

Prabowo yang pernah menjadi Danjen Kopassus bercerita bagaimana dia dan mantan gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem saling buru saat konflik. “Dulu saya mengejar-ngejar Mualem, Mualem juga mencari-cari saya, tapi itu dulu,” tutur Prabowo di tempat pelelangan ikan (TPI) Lampulo, Banda Aceh, Rabu, 26 Desember 2018.

Prabowo tidak menyangka, setelah Aceh damai, keduanya menjadi akrab. Saat ini, Mualem masuk dalam jajaran Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional, juru kampanye nasional dan Ketua Tim Pemenangan Prabowo - Sandi di Pilpres 2019.

Selain bercerita soal riwayatnya dengan Mualem, calon Presiden nomor urut 2 itu juga mengenang jasa ayahandanya, Soemitro Djojohadikoesoemo di Aceh. Ayahnya disebut-sebut ikut andil menggalang dukungan dari Rakyat Aceh untuk pembelian pesawat Seulawah.

Pesawat bersejarah itu telah banyak membantu Indonesia, sebagai sebuah negara pada awal-awal berdiri. Replika pesawat kini terdapat di Blang Padang, Banda Aceh, sementara yang asli ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Ketika itu rakyat Aceh secara sukarela mengumpulkan emas, gelang, perhiasan dan batu-batu berharga untuk membeli pesawat terbang pertama untuk Indonesia yang diberi nama Seulawah," kenang Prabowa yang mengatakan, kalau ayahnya pulang pergi ke Aceh demi keperluan tersebut.

Orang yang menuding riwayat yang disampaikan Prabowo tidak sesuai fakta adalah Cut Man. Pria 50 tahunan ini adalah eks-kombatan yang sering terjun ke medan tempur pada masa Aceh dirundung konflik.

Cut Man adalah eks-Panglima Sagoe Sjech Baghdad, yang membawahi beberapa kecamatan. Setelah Panglima GAM, Abdullah Syafi'i meninggal dalam sebuah operasi pada Januari 2002, lalu digantikan oleh Mualem, Cut Man diangkat menjadi Wakil Panglima Meulaboh Raya merangkap Juru Bicara.

Menurut Cut Man, penuturan Prabowo bahwa dirinya dengan Mualem sempat saling buru berseberangan dengan fakta bahwa Prabowo telah diberhentikan dari dinas ketentaraan pada 1998. Sedangkan Mualem dilantik menjadi Panglima GAM pada 2002, menggantikan Abdullah Syafi'i.

"Tidak mungkin, saat itu, 1998, Panglima GAM tertinggi masih dijabat oleh Abdullah Syafi'ie. Saya rasa yang berkomentar demikian, jangan bohongi Rakyat Aceh, dimana-mana media informasi ada. Kalau dulu boleh dibohongi," ucap Cut Man, kepada Liputan6.com, Senin, 31 Desember 2018, sore.

Seandai pun pernyataan Prabowo hanya analogi ketika masih aktif berdinas dia mengomandoi pasukannya untuk memburu Mualem, dinilai tidak mungkin. Ketika masih aktif berdinas, Prabowo berpangkat jenderal, disaat yang sama, Mualem masih menjabat panglima wilayah.

"Tak mungkin. Masa seorang Jendral mengejar panglima wilayah. Jenderal pasti mengejar panglima tertingginya, yaitu almarhum Abdullah Syafi'i," kata Cut Man yang berdomisil di Kabupaten Nagan Raya itu.

Sebagai catatan, Muzakir Manaf atau Mualem terlibat dalam perjuangan Aceh bersama GAM sejak usia muda. Sejak 1986 hingga 1989, bersama beberapa pemuda Aceh pilihan lainnya, Mualem dikirim ke Libya untuk mengikuti pendidikan militer di Camp Tajura.

Dari tahun 1998 hingga 2002, Mualem dipercaya menjadi Panglima GAM Wilayah Pase, lalu menjadi menjadi Panglima GAM sejak 2002 hingga 2005. Selain Ketua Umum Partai Aceh (PA), dia juga Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra untuk Provinis Aceh.

Sementara itu, ketika jatuhnya kekuasaan Soeharto, yang juga ayah mertuanya, pada bulan Mei 1998, Prabowo sedang menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis. Di tahun itu pula karirnya di dinas militer berakhir.

Pasca diberhentikan dari dinas kemiliteran, Prabowo menghabiskan waktu di Yordania dan di beberapa negara Eropa. 2008 dia mendirikan Gerindra, dimana Mualem, yang dia sebut rivalnya dulu, kini menjabat di posisi strategis partai tersebut.

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2Qe3lcL
December 31, 2018 at 06:46PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com http://bit.ly/2Qe3lcL
via IFTTT